POSO - Kepala sekolah yang satu ini benar-benar tidak bermoral. Ia tega mencabuli murid-
muridnya yang masih bau kencur.
Diketahui Yafet Mbalela, Kepala Sekolah Dasar (SD) Talabosa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, ditahan Polisi Sektor Lore Utara Selasa (26/4). Ia tak dapat mengelak pengakuan sejumlah muridnya yang telah dicabuli.
Kapolsek Lore Utara Iptu Azakir Jante mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, Yafet mengakui perbuatannya. Aksi bejat tersebut dilakukan terhadap beberapa muridnya sejak 2009 hingga 2010 sampai beberapa muridnya tersebut lulus dari SD.
Kasus tersebut terbongkar setelah ia melakukan kebejatannya kepada salah satu muridnya dengan cara meminta muridnya tersebut untuk mengurutnya di ruang Kepala Sekolah. Tak cuma itu, Yafet memaksa muridnya tersebut untuk mengurut kemaluannya.
Karena takut dimarahi, akhirnya muridnya tersebut terpaksa melakukan perintah Yafet. Tapi setelah pulang sekolah, murid perempuannya itu melapor kepada kedua orang tuanya.
Kontan saja, kedua orang tua murid terkejut dan segera melaporkan perbuatan Yafet ke polisi setempat. "Anak tersebut diancam jangan melapor kepada siapa pun," urai Azakir setelah memintai keterangan korban.
Dari pengakuan Yafet, ia juga menyetubuhi salah satu muridnya hingga tamat SD sebanyak empat kali yang dilakukan sejak 2009 hingga 2010. Namun, polisi sejauh ini masih terus memeriksa Yafet.

Diketahui Yafet Mbalela, Kepala Sekolah Dasar (SD) Talabosa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, ditahan Polisi Sektor Lore Utara Selasa (26/4). Ia tak dapat mengelak pengakuan sejumlah muridnya yang telah dicabuli.
Kapolsek Lore Utara Iptu Azakir Jante mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, Yafet mengakui perbuatannya. Aksi bejat tersebut dilakukan terhadap beberapa muridnya sejak 2009 hingga 2010 sampai beberapa muridnya tersebut lulus dari SD.
Kasus tersebut terbongkar setelah ia melakukan kebejatannya kepada salah satu muridnya dengan cara meminta muridnya tersebut untuk mengurutnya di ruang Kepala Sekolah. Tak cuma itu, Yafet memaksa muridnya tersebut untuk mengurut kemaluannya.
Karena takut dimarahi, akhirnya muridnya tersebut terpaksa melakukan perintah Yafet. Tapi setelah pulang sekolah, murid perempuannya itu melapor kepada kedua orang tuanya.
Kontan saja, kedua orang tua murid terkejut dan segera melaporkan perbuatan Yafet ke polisi setempat. "Anak tersebut diancam jangan melapor kepada siapa pun," urai Azakir setelah memintai keterangan korban.
Dari pengakuan Yafet, ia juga menyetubuhi salah satu muridnya hingga tamat SD sebanyak empat kali yang dilakukan sejak 2009 hingga 2010. Namun, polisi sejauh ini masih terus memeriksa Yafet.
sumber : MICOM
Tidak ada komentar :
Posting Komentar